PERUMAHAN AMPANA: Green Lend’A Properti
Milikilah hunian yang Asri dan bergaya retro minimalis dengan lokasi yang strategis di pusat Kota Ampana
PERUMAHAN GREEN LEND’A PROPERTY AMPANA
Kini hadir dengan 3 type :
- Type Queen (36/96) dan Type Glory (45/108)
- Type Crown (90/192)
Mengapa Anda memilih Perumahan Green Lenda Property Ampana :
- Lokasi Hunian mudah dicapai
- Lokasi strategis ke Kawasan perkantoran dan kompleks perdagangan
- Taman terbuka hijau yang luas
- Rumah Bergaya retro minimalis modern
- Jalan lingkungan lebar 6 meter (paving block)
- One Gate System ( satu pintu keluar-masuk)
- Pos Jaga dengan keamanan 24 jam
Informasi selengkapnya silahkan hubungi :
KANTOR PEMASARAN
Jl. S. Bongka N0. 15 Kel. Uentanaga Atas (Loket pembayaran Online PLN) Ampana
Contact Person : 082196222253
email : jhabreaqarchi@ymail.com
Silahkan klik link dibawah untuk melihat daftar harga dan rincian kredit PERUMAHAN GREENLEND’A PROPERTY AMPANA
Arsitek dan Perencana :
Rincian Izin Mendirikan Bangunan (IMB) Kab. Tojo Una-Una
JENIS BANGUNAN
- 1. Bangunan Permanen
Kelas A :
-Rangka beton
-Rangka beton berat
-Dinding beton
-Lantai beton/tegel
-Atap beton dan lain-lain
Kelas B :
-Pondasi beton
-Rangka beton ringan
-Dinding beton
-Lantai beton/tegel
-Atap seng dan lain-lain
2. Bangunan Semi Permanen
Kelas A :
-Pondasi beton
-Rangka kayu
-Dinding beton
-Lantai beton
-Atap seng dan lain-lain
Kelas B :
-Pondasi beton
-Rangka kayu
-Dinding kayu
-Lantai beton
-Atap seng dan lain-lain
- 3. Bangunan Darurat
-Pondasi kayu/tanah
-Rangka kayu
-Dinding non beton
-Lantai non beton
-Atap seng dan lain-lain
- 4. Bangunan Los
- Permanen : -Pondasi beton
-Rangka besi/beton
-Lantai beton dan lain-lain
-Atap seng dan sejenisnya
b. Semi Permanen : -Pondasi beton
-Rangka kayu
-Lantai beton
-Atap seng dan lain-lain
- Darurat : -Pondasi beton moit
-Rangka kayu
-Lantai tanah
-Atap rumbia
NILAI BANGUNAN
- 1. Bangunan Permanen
Kelas A :
a. Bangunan Induk Rp. 150.000/m2
b. Anak bangunan Rp. 120.000/m2
c. Emperan/teras Rp. 70.000/m2
Kelas B :
a. Bangunan induk Rp. 100.000/m2
b. Anak bangunan Rp. 80.000/m2
c. Emperan/teras Rp. 60.000/m2
- 2. Bangunan Semi Permanen
Kelas A :
a. Bangunan Induk Rp. 70.000/m2
b. Anak bangunan Rp. 50.000/m2
c. Emperan/teras Rp. 30.000/m2
Kelas B :
a. Banguan induk Rp. 50.000/m2
b. Anak bangunan Rp. 30.000/m2
c. Emperan/teras Rp. 20.000/m2
- 3. Bangunan Darurat
- Bangunan induk Rp. 20.000/m2
- Anak bangunan Rp. 15.000/m2
- Emperan/teras Rp. 6.000/m2
- 4. Bangunan Los
- Permanen Rp. 100.000/m2
- Semi Permanen Rp. 60.000/m2
- Darurat Rp. 30.000/m2
S E M P A D A N
1. Bangunan Rumah Tinggal
| Nilai Bangunan | Sempadan |
|
½ % 1 % 1.50 % 2 % 3 % |
- Bangunan Komersial
| Nilai Bangunan | Sempadan |
|
1 % 1.5 % 2 % 2.5 % 3 % 4 % |
Sumber : Bid. Bina Konstruksi dan Tata Ruang Dinas Pekerjaan Umum Kab. Tojo Una-Una.( 2011)
Tips Merawat Hardware Komputer
Kesehatan hardware sangat menentukan kinerja PC, oleh karena itu penting untuk menjaga kondisi hardware agar kinerja tetap optimal.
Beberapa tips yang bisa Anda lakukan untuk merawat komponen-komponen hardware adalah sebagai berikut:
- Pasang UPS atau stabilizer, lebih baik kalau Anda pasang keduanya. Untuk mencegah komputer terkena imbas listrik yang tidak stabil.
- Perhatikan panas dan daya yang bekerja pada komputer Anda. Panas yang berlebihan merupakan faktor utama yang dapat memperpendek usia perangkat. Kalau komputer sering hang, periksa suhu komponen di BIOS. Anda juga bisa memantau panas dan daya listrik dengan aplikasi seperti Everest dan PC Analyzer.
- Kurangi jumlah program yang jalan pada saat start-up agar memori tidak terlalu terbebani pada saat komputer dinyalakan.
- Buang program-program yang tidak lagi berguna sehingga hard disk tidak terlalu padat. Lakukan defrag setiap dua bulan sekali untuk menjaga kestabilan hard disk Anda.
- Overclock secukupnya. Kalau Anda merasa puas dengan kinerja komputer Anda saat ini, tak usah overclock pun tak apa. Memaksa perangkat diluar kemampuannya dapat memperpendek umur perangkat.
- Gunakan Anti Virus yang selalu update.
Bahaya dibalik kilap emas Poboya
Saat ini Poboya menjadi pusat perhatian hampir seluruh masyarakat di Sulawesi Tengah, khususnya di kota Palu. Jika sebelumnya nama Poboya belum terlalu dikenal oleh masyarakat kota ini, maka sekarang Poboya hampir menjadi topik pembicaraan disetiap sudut kota. Mulai dari pejabat pemerintah, pengusaha, aktifis lingkungan, bahkan masyarakat biasa ramai membincang kawasan ini. Kelurahan bagian timur kota Palu ini, yang berbatasan langsung dengan wilayah kabupaten Parimo dimana sebagian wilayahnya berada dalam wilayah Taman Hutan Raya (Tahura), tiba-tiba saja menjadi buah bibir, tak sebatas buah bibir, euforia Poboya juga telah menyedot banyak orang dari berbagai latar belakang dan asal usul daerah untuk datang mengadu nasib ke wilayah ini, entah itu rakyat biasa, pengusaha, aparat pemerintah, hingga oknum TNI dan Polri. Mereka bukan hanya datang dari wilayah kota Palu, sebagian besar berasal dari propinsi Sulawesi Utara dan Gorontalo. Tak ayal, pos retribusi di pintu masuk yang dikelola dewan Adat saja sudah berhasil mengutip sekitar 150 juta rupiah.
Adalah emas, yang menjadi pangkal kehebohan ini, Kilap Emas yang dikandung tanah Poboya telah menjanjikan keuntungan berlipat ganda dan kehidupan yang lebih baik bagi mereka. Sesungguhnya, kandungan emas Poboya telah diketahui sejak lama, namun model penambangan tradisional dengan cara mendulang saat itu tidak memberikan pengharapan yang berlebihan bagi para pendulang lokal.
Geger emas poboya berawal dari masuknya beberapa penambang yang berasal dari luar kota Palu dengan membawa serta tekhnologi dan pengetahuan yang mereka gunakan di beberapa lokasi penambangan emas dengan menggunakan Mesin tromol. Mesin ini memang menjadikan proses penambangan jauh lebih cepat dan menghasilkan, akibatnya proses penambangan emas Poboya berlangsung dengan sangat massif dan kian tak terkendali.
Hingga edisi ini diselesaikan , jumlah tromol yang beroperasi diperkirakan warga berjumlah sekitar 92 unit usaha, belum lagi beberapa tromol yang beraktifitas diluar Poboya misalnya di kelurahan Kawatuna, Lasoani dan Tanahmodindi, bahkan beberapa diantaranya mulai dilakukan disekitar pemukiman warga. jumlah tromol yang berputar disetiap unit usaha tromol itu bervariasi, mulai dari 10 hingga lebih dari 30 tabung tromol.
Aktifitas penambangan yang tidak terkontrol tersebut, telah mengundang kekhawatiran banyak pihak, satu persatu persoalan mulai timbul sebagai akibat dari aktifitas tersebut. Kerusakan dan Pencemaran lingkungan merupakan masalah terdepan yang muncul, kerusakan areal hutan dan sungai akibat penggalian, penggunaan bahan kimia berbahaya seperti mercury dan sianida telah terbukti mencemari sumber air bersih bagi masyarakat. bahkan beberapa ternak milik warga menjadi korban setelah meminum limbah hasil pengolahan emas tersebut. Hasil penelitian Dinas Kesehatan terhadap kualitas Air bersih milik warga menunjukan adanya kandungan bahan mercury yang melebihi ambang batas. Olehnya pemerintah daerah secepatnya harus melakukan upaya-upaya penanganan dan penyelesaiannya.
Penting untuk diingat, Sungai Poboya dan sungai Kawatuna merupakan sumber air yang digunakan oleh PDAM kota Palu dan Donggala untuk melayani kebutuhan air bersih bagi masyarakat kota Palu, bisa dibayangkan bagaimana ratusan ribu warga kota Palu terpaksa mengkonsumsi air yang tercemar mercury dan sianida, tentu saja kita tak ingin kasus Minamata , atau tragedi Buyat terulang dan menimpa kita semua di kota Palu.
Pembaca sekalian, karena itulah Silo Edisi 34 ini memilih topik tambang emas Poboya sebagai liputan utama. Investigasi lapangan, wawancara ahli, serta diskusi dilakukan untuk menyajikan informasi yang lengkap kepada pembaca sekalian, agar sekiranya informasi ini bisa menjadi rujukan semua pihak dalam menentukan sikap dan mencari solusi yang tepat untuk menyikapi masalah ini. Khususnya bagi pemerintah daerah selaku pengambil kebijakan.
Komitmen dan ketegasan serta sikap bijak pemerintah sangat diharapkan dalam menyelesaikan permasalahan tambang Poboya, ketegasan paling utama yang mesti diperlihatkan kepada publik adalah dengan menindak tegas oknum pemerintah dan aparat keamanan yang terlibat dalam aktifitas ini.
Selain informasi seputar tambang Emas Poboya, silo juga tetap menyajikan berbagai informasi lainnya seputar kehidupan rakyat dan aktifitas-aktifitas yang dilakukan oleh YMP beserta jejaringnya, selamat membaca.
Wassalam
sumber: ESILO Media Aspirasi Rakyat
Tinggalkan Kekasih Demi Tau Taa
Teman sepermainannya memanggilnya Gaya. Single kelahiran Pusungi, Ampana Tete, 18 April 1983 ini sudah hampir dua tahun ini aktif di Yayasan Merah Putih sebagai Community Orginizer (CO) di Kantor Lapangan Ampana. Dia rela tinggalkan keluarga dan orang terdekat demi berteman karib dengan komunitas Tau Taa Wana di pedalaman Bulang. Di samping memang karena berasal dari Suku Taa, dia merasa senang bisa membantu orang lain, apalagi itu sama-sama orang Taa. “Saudara-saudara saya Tau Taa Wana, layak untuk mendapatkan perhatian dari kita, khususnya pengakuan dari pemerintah daerah atas wilayah kelola mereka,” ungkapnya di sela-sela aktivitasnya di kantor lapangan YMP.
Memang setiap lima minggu sekali, semua CO turun ke lapangan untuk membuat laporan hasil pendampingannya serta merencanakan langkah-langkah selanjutnya guna mendapatkan hasil yang maksimal. Waktu dua minggu di Ampana dia maksimalkan untuk beraktivitas di luar. Saat ini dia juga memegang tugas sebagai Ketua Banaat Alkhairaat Kecamatan Ampana Tete. Sehingga mungkin hanya malam hari dia bisa maksimal bersama keluarganya.
Meskipun masih muda, dia sudah banyak memiliki pengalaman dalam berorganisasi. Mulai dari organisasi di kampus sampai dia kembali ke kota kelahirannya. Baginya jenuh kalau hanya tinggal dirumah saja. Akibat dari aktivitasnya ini, perempuan yang suka makan Beko (sagu) ini sampai harus rela didahului oleh adiknya dalam berumah tangga.
Gadis manis bernama lengkap Rugaiyah Laki ini menghabiskan masa kecilnya di pinggiran kota Ampana, tepatnya di Desa Pusungi, Kecamatan Ampana Tete, Kab. Tojo Una-una. Sekolah Dasar (SD) dan Sekolah Menengah Pertama (SMP) lulus di Ampana Tete, lalu melanjutkan pendidikannya di SMKN I Ampana di Desa Labuan, Ampana. Dan pada tahun 2006 mendapatkan gelar S.Sos dari Sekolah Tinggi Ilmu Sosial dan Ilmu Politik (STISIPOL) Palu.
Sebelum bergelut di Yayasan Merah Putih, anak keti-ga dari lima bersaudara ini aktif di Radio Maleo FM, Ampana. Sebagai salah satu penyiar di acara Bareta Kaili saat itu dia lebih dikenal dengan panggilan “Indo Rede”. Dan suaranya amat dikenal di sekitar Ampana, apalagi bagi yang suka mendengarkan siaran radio Maleo FM setiap pukul 14.00 WITA.
Saat ditanya tentang cita-citanya yang belum terealisasi, gadis mungil ini hanya tersenyum simpul, katanya hanya ingin hidupnya ini lebih berguna untuk orang lain dan melaku-kan perubahan kearah yang lebih baik. April 2009 lalu dia sempat menjadi salah satu caleg (calon legislative) untuk Daerah Pemilihan II, Kabupaten Tojo Una-una. Namun cita-citanya masuk dalam parlemen belum terealisasi. “Mudah-mudahan 2014, rakyat memberi kepercayaan kepada saya,” tandasnya. gho
sumber: ESILO Media Aspirasi Rakyat














Komentar Terakhir